Untuk mendukung aktivitas, laboratorium juga membutuhkan furnitur khusus. Pemilihan material sangat penting, supaya tidak mudah rusak dan lebih awet, namun tetap ekonomis dari segi harganya. Multipleks biasanya diandalkan sebagai bahan utamanya. Sedangkan harga HPL warna yang terjangkau diandalkan sebagai bahan finishingnya.

Laboratorium umumnya digunakan sebagai tempat melakukan kegiatan pembelajaran, praktek ilmiah dan penelitian. Oleh karenanya, berbagai peralatan penunjang harus disiapkan dengan memadai. Salah satunya adalah furnitur dengan bentuk atau model yang disesuaikan fungsinya.

Beberapa jenis furnitur atau perabotan yang biasanya digunakan sebagai penunjang aktivitas di laboratorium antara lain lemari asam, rak pipet dan meja laboratorium. Setiap furnitur tersebut memiliki fungsinya tersendiri, karena itu desainnya disesuaikan dengan pemanfaatannya. Berikut ini penjelasan beberapa furnitur yang biasanya digunakan di laboratorium.

perlengkapan laboratorium

  1. Meja Laboratorium

Jenis furnitur ini harus ada di dalam sebuah laboratorium. Meja ini sangat dibutuhkan dalam proses aktivitas praktek ilmiah atau penelitian. Keberadaan meja ini sangat menunjang pekerjaan praktikum. Selain itu, menjadikan kegiatan tersebut bisa berlangsung lebih aman dan nyaman.

Desain meja laboratorium dibuat secara khusus, sehingga material dan ukurannya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pada umumnya furnitur laboratorium terbuat dari bahan stainless steel atau multipleks dengan laminasi HPL (High Pressure Laminate).

Sebab bahan meja laboratorium harus memiliki banyak kelebihan. Beberapa keunggulannya adalah anti jamur, tahan terhadap paparan zat kimia, anti panas, anti air, anti gores dan tidak mudah terbakar. Mengingat aktivitas di dalam laboratorium rentan dengan paparan bahan kimia, maka meja yang digunakan harus benar-benar handal.

Ada beberapa model atau jenis meja laboratorium yang biasanya digunakan. Pertama adalah Island Bench atau Meja laboratorium tipe island. Jenis perabotan ini umumnya digunakan di ruangan laboratorium dengan ukuran luas.

Hal itu karena ukuran atau dimensi dari meja tersebut sangat besar. Biasanya penempatannya berada di tengah ruangan. Karena itu, meja ini ideal untuk digunakan hingga empat orang sekaligus. Fungsi utama dari perabot ini adalah untuk menaruh berbagai peralatan praktek.

Kedua adalah Wall Bench atau meja dinding laboratorium. Nah, kalau model meja laboratorium biasanya dipakai di ruangan lebih kecil. Furnitur ini memang dirancang dengan posisi merapat di dinding. Dengan begitu tidak memakan tempat.

Ketiga adalah Corner Bench atau meja laboratorium corner. Bentuk dari meja ini adalah siku. Sehingga penempatan perabotan ini biasanya merapat pada tembok atau dinding. Karena bentuknya siku, maka meja tersebut bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak orang secara bersamaan.

Desain dari furnitur ini sangat fleksibel, karenanya melengkapi ruangan laboratorium. Tidak harus ruangan yang luas, karena yang relatif sempit juga bisa menggunakan model meja siku tersebut.

  1. Lemari Penyimpanan Zat Kimia

Keberadaan lemari ini sangat penting, karena dimanfaatkan sebagai ruang atau tempat penyimpanan berbagai bahan kimia. Oleh karenanya, jenis furnitur ini wajib ada di sebuah laboratorium. Fungsi dari lemari ini adalah guna menyimpan bermacam bahan kimia yang sering digunakan dalam penelitian.

Salah satu objek penelitian yang sering digunakan di dalam laboratorium adalah bahan kimia. Bahkan yang terbilang berbahaya sekalipun. Itulah kenapa sangat diperlukan furnitur khusus, agar lebih tahan paparan bahan kimia berbahaya. Sekaligus menjadi tempat penyimpanan yang sangat aman.

Lemari asam merupakan furnitur yang sangat dibutuhkan di setiap laboratorium. Jenis perabotan ini umumnya dirancang dengan ukuran besar. Kalau dilihat dari bentuknya mirip seperti meja terisolasi. Fungsinya adalah guna menekan efek dan paparan uap yang berbahaya. Karena bisa saja terdapat di berbagai bahan yang dipakai dalam aktivitas penelitian.

Jika sudah tersedia lemari asam, maka uap berbahaya tersebut tidak langsung terbuang. Akan tetapi akan disaring dahulu di dalam saringan. Dengan begitu, zat kimia yang terkandung di dalamnya bisa dinetralisir. Biasanya setiap laboratorium memiliki lebih dari satu lemari asam.

Setidaknya ada dua jenis lemari asam yang biasanya digunakan. Jenis yang dimaksud adalah lemari asam tanpa ducting dan dengan ducting.

Lemari asam ducting dipasang secara langsung pada dinding laboratorium. Dengan cara membuat lubang pada dinding agar bisa dipasangkan saluran udara (ducting) dan scrubber. Nah, kalau yang tanpa ducting dirancang agar lebih fleksibel atau bertipe portabel.

Dengan begitu, lemari alat laboratorium ini bisa dipindah lebih mudah. Oleh karena tidak dilengkapi dengan saluran udara. Untuk jenis ini, filter dipasangkan pada bagian atas lemari. Supaya tidak terjadi kontaminasi uap yang berbahaya, maka perlu melakukan pergantian secara rutin.

  1. Rak Pipet atau Lemari Glasswere

Jenis furnitur ini berfungsi sebagai tempat untuk menaruh berbagai gelas peralatan laboratorium. Agar memudahkan dalam penataan gelas, maka bagian dalam lemari telah disediakan berbagai rak yang didesain secara khusus. Beberapa jenis gelas yang bisa ditempatkan di dalam lemari ini, antara lain pipet, gelas ukur, gelas percobaan dan lain sebagainya.

Penting Ketika Memilih Furnitur Laboratorium

furnitur lab Setiap meja laboratorium tentunya didesain dengan standar keamanan tersendiri. Dengan demikian lebih menjamin keselamatan para pengguna. Oleh karena itu, harus selektif saat akan membeli berbagai perabotan yang dibutuhkan di laboratorium. Nah, beberapa poin berikut penting untuk selalu diperhatikan.

  1. Pilih ukuran furnitur yang sesuai dengan luas ruangan. Karena itu, sebelum membeli furnitur laboratorium harus mengetahui luas ruangan secara akurat. Dengan begitu, furnitur tersebut bisa digunakan secara leluasa dan nyaman sesuai fungsinya.
  2. Perhatikan standar keamanan furnitur laboratorium. Seperti sudah dipaparkan di atas, semua peralatan harus memiliki jaminan kualitas dan keamanan. Sehingga tidak berbahaya ketika sedang digunakan.
  3. Furnitur laboratorium harus berkualitas dan tahan lama. Aktivitas di laboratorium sering bersentuhan dengan bahan-bahan kimia berbahaya. Oleh sebab itu, furnitur yang digunakan harus tahan paparan zat tersebut. Bila tidak tentunya lebih cepat rusak dan merugikan, karena harus mengganti dengan perabot baru. Produk yang bagus harus tahan zat kimia, anti jamur, anti panas dan anti gores.
  4. Hanya membeli furnitur laboratorium di perusahaan terpercaya. Furnitur yang digunakan di ruangan khusus ini, tentunya berbeda dengan pada umumnya yang digunakan di hunian atau perkantoran. Oleh sebab itu, pastikan produsennya berkompeten dan terpercaya. Sehingga bisa dipastikan produknya sesuai standar kualitas dan keamanan.

Nah, itulah setidaknya beberapa syarat utama dari furnitur laboratorium. Jadi pastikan menggunakan jasa pembuatan furnitur atau peralatan laboratorium berkompeten. Sesuai dengan berbagai kriteria yang ditentukan.

Selain furnitur laboratorium harus mengikuti standar keselamatan dan keamanan, penting pula untuk melibatkan unsur estetika untuk penampilannya. HPL sangat dipercaya untuk mewujudkan keinginan tersebut. Karena bahan finishing kayu ini hadir dengan aneka warna memukau.

Selain tampil dengan aneka warna dan motif menawan, HPL juga bisa sebagai pelindung furnitur. Karena sudah terbukti tahan paparan zat kimia berbahaya, tahan panas, anti air, anti jamur, anti rayap dan tidak merambat api. Dengan demikian, setiap furnitur laboratorium terjaga keindahan dan keawetannya.

Dapatkan informasi akurat terkait harga HPL warna berkualitas hanya di IsiBangunan.com. Konsultasikan segala keinginan Anda dengan tenaga ahli berpengalaman.

Please rate this